Minggu, 26 April 2020

Kebaikan si Boli


Seekor tikus dan Kelinci berdebat saling menunjukkan bahwa diri mereka yang paling hebat. Ternyata perdebatan mereka disaksikan oleh berudu yang bernama Boli. Setelah Tikus dan Kelinci mengetahui keberadaan berudu kecil, mereka menganggap Boli lah binatang yang lebih buruk keberadaannya. Mereka Lupa akan perdebatannya dan pergi meninggalkan berudu si Boli yang sudah menjadi bahan ejekan kedua binatang itu.
Musim penghujan tiba dan terjadi banjir, Tikus dan Kelinci kebingungan terjebak diatas pohon. Tiba-tiba datanglah penyelamat yaitu Boli yang berubah menjadi katak, tanpa pikir panjang katak mengantarkan kedua binatang itu kehulu atau kedaratan kering. Tikus dan kelincipun merasa malu akan perbuatannya terhadap Boli, mereka menyesal dan meminta maaf.

Pesan moral yang disampaikan :
*      Tidak boleh bersikap sombong
*      Senang membantu
*      Tidak boleh meremehkan orang lain
*      Mau meminta maaf
*      Dan mau memuji orang lain


Disuatu tempat, tinggallah berudu kecil bernama Boli, Boli tinggal sendiri di sebuah kolam yang sudah lama tidak terpakai oleh pemiliknya. SUatu saat terdengar suara gaduh mendekati tempat Boli tinggal, ternyata ada perdebatan antara Tikus putih dan Kelinci.
“ Pasti aku yang paling hebat ”. kata Kelinci
“ Ah tidak! Aku yang paling hebat “. Kata Tikus dengan nada keras.
“ Aku mampu berlari kencang, banyak sekali yang menyayangiku, sedangkan kamu, hanya orang-orang tertentu saja yang mau memelihara kamu”. Kelinci terus menunjukkan kelebihannya, hingga sampailah mereka dipinggir kolam dimana Boli berada.
“ Hai kawan … selamat siang … apa yang kalian ributkan …? Tanya Boli dengan ramah.
“ Hah suara siapa itu …?” Kelinci dan Tikus serentak bersuara.
“ Aku ada di dalam kola ini … kenalkan namaku Boli”. Sapa Boli
Kelinci dan Tikus melihat kearah kolam dan terkejut. “Binatang apa kamu hi…” kata Tikus.
“Mengapa tinggal dikolam kotor ini? Wah…wah…wah…kasihan sekali sangat malang kau, dan terkucil tinggal selamanya dikolam.” Kata Kelinci mengejek Boli.
“Kalau begitu kita berdua binatang hebat, karena ada binatang lain lagi yang sangat menyedihkan He…he..he..kau tidak pantas berbicara dengan kami hai binatang kecil… taka da yang dapat kamu banggakan.” Kata Tikus dan Kelinci sambil pergi meninggalkan Boli.
Beberapa hari kemudian disuatu malam Boli terkejut, karena Boli merasakan perubahan pada tubuhnya, kini tubuhnya muncul 4 kaki, yang bagian depan terdiri 2 kaki, dan belakang terdiri 2 kaki.” Hah… Aku memiliki 4 kaki seperti Tikus dan kelinci itu… Alhamdulillah… “ Boli menucap syukur yang tiada terkira. Setiap hari Boli melatih kaki-kakinya dan Hup… Ia mampu melompat hingga keluar dari dasar air dan mencoba keluar dari kolam. Kini Boli bukan berudu lagi tapi berubah menjadi seekor Katak. Kini aku bisa keluar dari air dan aku bisa melompat di daratan “kata Boli sangat senang. Karena senang Boli melompat lompat terus melatih kaki-kakinya. Hingga jauh dari kolam, dan… duk! Boli menabrak sesuatu. Ternyata kelinci yang pernah mengejeknya
“Aduh…! Siapa kamu, mencoba menabrak aku yang lagi istirahat… hmmm.. bau apa ini?” kata kelinci sambil melihat kearah Boli si katak.
“Hai kawan aku Boli yang berada di kolam itu…,maaf ya karena mengganggu tidurmu…” kata Boli
Kelinci tidak percaya akan ucapan Boliyang mampu berubah memiliki kaki kaki. “ah tapi kau tetap binatang malang, mejijikkan jorok dan bau, kau hanya mampu melompat melompat dan melompat.” Kata kelinci pergi meninggalkan Boli sendiri.
Suatu hari cuaca sangat mendung, napak musim hujan akan tiba. Dan ternyata benar hujan turun sangat deras sekali hingga beberapa hari, membuat daerah sekitar kolam penuh dengan air membanjiri daerah sekitarnya. Semua binatang yang ada di sana sangat bingung dan berusaha mencari tempat yang paling tinggi, termasuk tikus dan kelinci, Boli duduk manis di atas daun teratai
“Hai Boli…ini kami ada di atas pohon…” kata Kelinci dan tikus.
“Hai kawan…apakah kau membutuhkan bantuan? Jika kau mau aku akan mengantarkan mu ke hulu sungai itu, karena aku yakin air ini akan semakin tinggi.” Boli menawarkan diri untuk mambantu mereka.
“memangnya kau mau membawa kami dengan apa? dan apa yang dapat kamu lakukan?” kata Tikus mengeleng gelengkan kepala.
“Naiklah kau berdua di atas daun teratai ini, aku akan membatu menahan dan mangarahkan daun ini ke hulu.” Kata Boli meyakinkan.
“Memangnya kau mampu berenang?”kata Kelinci.
“Bukan hanya itu, aku mapu bernafas dan hidup di dalam air, tenaglah…”
Tanpa piker panjang Kelinci dan Tikus tidak menolak tawaran Boli, mereka bergantian untuk pergi ke hulu menaiki daun  teratai. Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, dimana masik nampak tanah lapang tanpa genangan air.
“Terima kasih Boli, ternyata engkau yang lebih hebat, kau mampu hidup di dua tempat yang tak mungkin kami mmiliki.” Kata Tikus”
“Dan yang paling hebat lagi kau sangat baik, sabar dan berhati mulia.” Kata kelinci dengan rasa menyesal dan malu
“Sama sama kawan..kita diciptakan memiliki kelebihan dan kekurangan, aku tak mampu naik ketempat tinggi seperti Tikus, dan tak mapu berlari kencang seperti Kelinci tapi aku bersukur atas semua yang aku miliki.” Kata Boli dengan tersenyum dan mereka mengucapkan syukur yang tidak terhingga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KUE BOLU UNTUK NENEK

Sinopsis Dongeng Judul : “Kue Bolu Untuk Nenek” Karya : Ludfi Dian Wahyuni G. Seorang anak bernama Dina hendak berkunjung rumah ...