Seekor tikus dan
Kelinci berdebat saling menunjukkan bahwa diri mereka yang paling hebat.
Ternyata perdebatan mereka disaksikan oleh berudu yang bernama Boli. Setelah
Tikus dan Kelinci mengetahui keberadaan berudu kecil, mereka menganggap Boli
lah binatang yang lebih buruk keberadaannya. Mereka Lupa akan perdebatannya dan
pergi meninggalkan berudu si Boli yang sudah menjadi bahan ejekan kedua
binatang itu.
Musim penghujan
tiba dan terjadi banjir, Tikus dan Kelinci kebingungan terjebak diatas pohon.
Tiba-tiba datanglah penyelamat yaitu Boli yang berubah menjadi katak, tanpa
pikir panjang katak mengantarkan kedua binatang itu kehulu atau kedaratan
kering. Tikus dan kelincipun merasa malu akan perbuatannya terhadap Boli,
mereka menyesal dan meminta maaf.
Pesan
moral yang disampaikan :
Disuatu
tempat, tinggallah berudu kecil bernama Boli, Boli tinggal sendiri di sebuah
kolam yang sudah lama tidak terpakai oleh pemiliknya. SUatu saat terdengar
suara gaduh mendekati tempat Boli tinggal, ternyata ada perdebatan antara Tikus
putih dan Kelinci.
“
Pasti aku yang paling hebat ”. kata Kelinci
“
Ah tidak! Aku yang paling hebat “. Kata Tikus dengan nada keras.
“
Aku mampu berlari kencang, banyak sekali yang menyayangiku, sedangkan kamu,
hanya orang-orang tertentu saja yang mau memelihara kamu”. Kelinci terus
menunjukkan kelebihannya, hingga sampailah mereka dipinggir kolam dimana Boli
berada.
“
Hai kawan … selamat siang … apa yang kalian ributkan …? Tanya Boli dengan
ramah.
“
Hah suara siapa itu …?” Kelinci dan Tikus serentak bersuara.
“
Aku ada di dalam kola ini … kenalkan namaku Boli”. Sapa Boli
Kelinci dan Tikus melihat kearah
kolam dan terkejut. “Binatang apa kamu hi…” kata Tikus.
“Mengapa
tinggal dikolam kotor ini? Wah…wah…wah…kasihan sekali sangat malang kau, dan
terkucil tinggal selamanya dikolam.” Kata Kelinci mengejek Boli.
“Kalau
begitu kita berdua binatang hebat, karena ada binatang lain lagi yang sangat
menyedihkan He…he..he..kau tidak pantas berbicara dengan kami hai binatang
kecil… taka da yang dapat kamu banggakan.” Kata Tikus dan Kelinci sambil pergi
meninggalkan Boli.
Beberapa
hari kemudian disuatu malam Boli terkejut, karena Boli merasakan perubahan pada
tubuhnya, kini tubuhnya muncul 4 kaki, yang bagian depan terdiri 2 kaki, dan
belakang terdiri 2 kaki.” Hah… Aku memiliki 4 kaki seperti Tikus dan kelinci
itu… Alhamdulillah… “ Boli menucap syukur yang tiada terkira. Setiap hari Boli
melatih kaki-kakinya dan Hup… Ia mampu melompat hingga keluar dari dasar air dan
mencoba keluar dari kolam. Kini Boli bukan berudu lagi tapi berubah menjadi
seekor Katak. Kini aku bisa keluar dari air dan aku bisa melompat di daratan
“kata Boli sangat senang. Karena senang Boli melompat lompat terus melatih kaki-kakinya.
Hingga jauh dari kolam, dan… duk! Boli menabrak sesuatu. Ternyata kelinci yang
pernah mengejeknya
“Aduh…!
Siapa kamu, mencoba menabrak aku yang lagi istirahat… hmmm.. bau apa ini?” kata
kelinci sambil melihat kearah Boli si katak.
“Hai
kawan aku Boli yang berada di kolam itu…,maaf ya karena mengganggu tidurmu…” kata
Boli
Kelinci
tidak percaya akan ucapan Boliyang mampu berubah memiliki kaki kaki. “ah tapi
kau tetap binatang malang, mejijikkan jorok dan bau, kau hanya mampu melompat
melompat dan melompat.” Kata kelinci pergi meninggalkan Boli sendiri.
Suatu
hari cuaca sangat mendung, napak musim hujan akan tiba. Dan ternyata benar
hujan turun sangat deras sekali hingga beberapa hari, membuat daerah sekitar
kolam penuh dengan air membanjiri daerah sekitarnya. Semua binatang yang ada di
sana sangat bingung dan berusaha mencari tempat yang paling tinggi, termasuk
tikus dan kelinci, Boli duduk manis di atas daun teratai
“Hai
Boli…ini kami ada di atas pohon…” kata Kelinci dan tikus.
“Hai
kawan…apakah kau membutuhkan bantuan? Jika kau mau aku akan mengantarkan mu ke
hulu sungai itu, karena aku yakin air ini akan semakin tinggi.” Boli menawarkan
diri untuk mambantu mereka.
“memangnya
kau mau membawa kami dengan apa? dan apa yang dapat kamu lakukan?” kata Tikus
mengeleng gelengkan kepala.
“Naiklah
kau berdua di atas daun teratai ini, aku akan membatu menahan dan mangarahkan
daun ini ke hulu.” Kata Boli meyakinkan.
“Memangnya
kau mampu berenang?”kata Kelinci.
“Bukan
hanya itu, aku mapu bernafas dan hidup di dalam air, tenaglah…”
Tanpa
piker panjang Kelinci dan Tikus tidak menolak tawaran Boli, mereka bergantian
untuk pergi ke hulu menaiki daun
teratai. Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, dimana masik nampak
tanah lapang tanpa genangan air.
“Terima
kasih Boli, ternyata engkau yang lebih hebat, kau mampu hidup di dua tempat yang
tak mungkin kami mmiliki.” Kata Tikus”
“Dan
yang paling hebat lagi kau sangat baik, sabar dan berhati mulia.” Kata kelinci
dengan rasa menyesal dan malu
“Sama
sama kawan..kita diciptakan memiliki kelebihan dan kekurangan, aku tak mampu
naik ketempat tinggi seperti Tikus, dan tak mapu berlari kencang seperti
Kelinci tapi aku bersukur atas semua yang aku miliki.” Kata Boli dengan
tersenyum dan mereka mengucapkan syukur yang tidak terhingga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar