Sinopsis
Dongeng
Judul
: “Kue Bolu Untuk Nenek”
Karya
: Ludfi Dian Wahyuni G.
Seorang anak bernama Dina hendak
berkunjung rumah nenek, dia membawa pesan dari ibunya untuk membawa kue bolu
untuk neneknya. Ditengah jalan tak disengaja Dina bertemu teman sepermainannya,
dan ikut bermain Bersama. Dina lalai akan pesan ibunya, akhirnya kue titipan
ibu termakan sebagian oleh burung burung liar. Karena takut Dina berniat
berbohong kepada nenek tentang kue bolunya, tapi Dina sadar bahwa hal itu tidak
terpuji Dengan keberaniannya dan tanggung jawab, akhirnya Dina terus pergi
menuju ke rumah nenek dan menceritakan yang sebenarnya.
Pesan moral yang disampaikan adalah
:
·
Mau melaksanakan
perintah orang tua
·
Senang bermain dengan
teman
·
Mau mengakui kesalahan
·
Mau meminta maaf
·
Dan bertanggung jawab

Pada
yang cerah ibu Dina sedang membuat kue bolu rasa coklat Hem…hem harum sekali,
paasti kue olu buatan ibu sudah jadi “kata Dina sambal menemui ibunya di dapur
Hari
ini, hari Minggu Dina berencana akan berkunjung ke rumah nenek yang tidak jauh
dari rumahnya.
“Dina…jangan
lupa nanti kuenya di bawa kerumah nenek ya…!”kata ibu meminta tolong kepada
Dina.
“Iya
bu…sekarang Dina berangkat dulu ya bu…!”sambil mencium tangan ibu, Dina
mengucapkan salam. “Assalamualaikum..”kata Dina
“Waalaikumsalam…”jawab
ibu
Dengan
wajah ceria Dina berangkat kerumah nenek sambil membawa kue bolu. Dina
bernyanyi riang. Menghirup pagi yang segar
Dalam
perjalanan kerumah nenek Dina melewati lapangan sepak bola. Dina berhenti
sejenak, melihat teman temannya bermain di lapangan. Ada yang bermain bola,
laying-layang, lompat tali dan lainnya, Dina ingin sekali bermain dengan
mereka, tetapi Dina ingat bahwa harus mengantarkan kue bolu itu untuk nenek.
“Oh
iya…aku akan kerumah nenek membawa kue bolu ini.”Kata Dina lirih. Akhirnya Dina
berangkat lagi, tetapi baru beberapa langkah.
“Dina…
…!,Kesini dulu, ayo kita bermain Bersama sama!”,Kata Sofi Memanggil Dina.
“Tapi
aku harus kerumah nenek…”Kata Dina dengan ragu.
“Nanti
saja…setelahkita bermain kau lanjutkan lagi kerumah nenek”. Kata Sofi sambil
menarik tangan Dina.
Dina
tidak ingin mengecawakan Sofi, dan memutuskan untuk bermain terlebih dahulu.
Kemudian Dina meletakkan kue bolu itu dibawah pohon di pinggir lapangan.
Waktu
terus berlalu, tidak terasa matahari sudah mulau tinggi.”Astaga…sudah siang aku
kan harus kerumah nenek…”kata Dina kaget sambil berlari menuju pohon tempat kue
bolu itu diletakkan. Tetapi Dina lebih terkejut lagi saat melihat beberapa
burung memakan kue bolu itu.
“Hus..hus..pergi..pergi..!”Dina
mengusir burung burung itu dan mengambil kue bolu yang ternyata masih tersisa separuh.
Rasa
sedih dan menyesal, Dina duduk memandangi kue bolu itu.”Aku harus bicara pada
nenek dan ibu…? apa aku harus pulang saja ya…, dan mengatakan kepada ibu kalau
kue itu sudah aku antarkan.”Kata Dina lirih
“Tapi…berarti
aku bebohong doong…aku akan tetep kerumah nenek membawa kue yang tinggal
separuh ini.”Kata Dina semangat lagi
“Assalamualaikum..”Ucap
Dina saat berada di depan pintu rumah nenek
“Waalaikum
salam..”Jawab nenek dari dalam rumah. Sesaat kemudian pintu terbuka
“Dina
ayo sini masuk..!”Kata nenek senang saat cucunya datang mengunjunginya
“Sini
duduk, nenek kangen…” Kata nenek sambil memandangi Dina yang hanya terdiam
tertunduk
“Nek…
Dina minta maaf ya nek..! Karena Dina lalai” Kata Dina sambil menunjukkan kue
yang dibawanya.
“Memangnya
ada apa sayang..?”Kata nenek penasaran. Kemudian Dina menceritakan apa yang
baru dialaminya. Sambil mencium tangan nenek Dina mengucapkan maaf berkali
kali.
“Dina…nenek
bangga kepada Dina, karena Dina mau mengakui kesalahannya…, tidak apa apa
tetapi lain kali jangan diulangi lagi ya….?”Kata nenek menenangkan hati Dina
“Terima
kasih ya nek, Dina berjanji tidak akan mengulangi lagi…!Kara Dina dengan wajah
senang.
“Nah
sebagai gantinya Dina mau membuat kue lagi Bersama nenek…?”,Kata nenek
menawarkan kepada Dina.
“Tentu
nek Dina mau..”,kata Dina sambil berdiri menuju dapur bersama nenek.
Dina
merasa lega dan bahagia dapat berkata jujur. Dengan kejadian tadi merupakan
suatu pelajaran yang berharga buat Dina yang akan selalu diingat


