Senin, 27 April 2020

KUE BOLU UNTUK NENEK


Sinopsis Dongeng
Judul : “Kue Bolu Untuk Nenek”
Karya : Ludfi Dian Wahyuni G.

Seorang anak bernama Dina hendak berkunjung rumah nenek, dia membawa pesan dari ibunya untuk membawa kue bolu untuk neneknya. Ditengah jalan tak disengaja Dina bertemu teman sepermainannya, dan ikut bermain Bersama. Dina lalai akan pesan ibunya, akhirnya kue titipan ibu termakan sebagian oleh burung burung liar. Karena takut Dina berniat berbohong kepada nenek tentang kue bolunya, tapi Dina sadar bahwa hal itu tidak terpuji Dengan keberaniannya dan tanggung jawab, akhirnya Dina terus pergi menuju ke rumah nenek dan menceritakan yang sebenarnya.

Pesan moral yang disampaikan adalah :
·         Mau melaksanakan perintah orang tua
·         Senang bermain dengan teman
·         Mau mengakui kesalahan
·         Mau meminta maaf
·         Dan bertanggung jawab


Cupcake, Kue Bolu, Toko Roti gambar png

Pada yang cerah ibu Dina sedang membuat kue bolu rasa coklat Hem…hem harum sekali, paasti kue olu buatan ibu sudah jadi “kata Dina sambal menemui ibunya di dapur
Hari ini, hari Minggu Dina berencana akan berkunjung ke rumah nenek yang tidak jauh dari rumahnya.
“Dina…jangan lupa nanti kuenya di bawa kerumah nenek ya…!”kata ibu meminta tolong kepada Dina.
“Iya bu…sekarang Dina berangkat dulu ya bu…!”sambil mencium tangan ibu, Dina mengucapkan salam. “Assalamualaikum..”kata Dina
“Waalaikumsalam…”jawab ibu
Dengan wajah ceria Dina berangkat kerumah nenek sambil membawa kue bolu. Dina bernyanyi riang. Menghirup pagi yang segar
Dalam perjalanan kerumah nenek Dina melewati lapangan sepak bola. Dina berhenti sejenak, melihat teman temannya bermain di lapangan. Ada yang bermain bola, laying-layang, lompat tali dan lainnya, Dina ingin sekali bermain dengan mereka, tetapi Dina ingat bahwa harus mengantarkan kue bolu itu untuk nenek.
“Oh iya…aku akan kerumah nenek membawa kue bolu ini.”Kata Dina lirih. Akhirnya Dina berangkat lagi, tetapi baru beberapa langkah.
“Dina… …!,Kesini dulu, ayo kita bermain Bersama sama!”,Kata Sofi Memanggil Dina.
“Tapi aku harus kerumah nenek…”Kata Dina dengan ragu.
“Nanti saja…setelahkita bermain kau lanjutkan lagi kerumah nenek”. Kata Sofi sambil menarik tangan Dina.
Dina tidak ingin mengecawakan Sofi, dan memutuskan untuk bermain terlebih dahulu. Kemudian Dina meletakkan kue bolu itu dibawah pohon di pinggir lapangan.
Waktu terus berlalu, tidak terasa matahari sudah mulau tinggi.”Astaga…sudah siang aku kan harus kerumah nenek…”kata Dina kaget sambil berlari menuju pohon tempat kue bolu itu diletakkan. Tetapi Dina lebih terkejut lagi saat melihat beberapa burung memakan kue bolu itu.
“Hus..hus..pergi..pergi..!”Dina mengusir burung burung itu dan mengambil kue bolu yang ternyata masih  tersisa separuh.
Rasa sedih dan menyesal, Dina duduk memandangi kue bolu itu.”Aku harus bicara pada nenek dan ibu…? apa aku harus pulang saja ya…, dan mengatakan kepada ibu kalau kue itu sudah aku antarkan.”Kata Dina lirih
“Tapi…berarti aku bebohong doong…aku akan tetep kerumah nenek membawa kue yang tinggal separuh ini.”Kata Dina semangat lagi
“Assalamualaikum..”Ucap Dina saat berada di depan pintu rumah nenek
“Waalaikum salam..”Jawab nenek dari dalam rumah. Sesaat kemudian pintu terbuka
“Dina ayo sini masuk..!”Kata nenek senang saat cucunya datang mengunjunginya
“Sini duduk, nenek kangen…” Kata nenek sambil memandangi Dina yang hanya terdiam tertunduk
“Nek… Dina minta maaf ya nek..! Karena Dina lalai” Kata Dina sambil menunjukkan kue yang dibawanya.
“Memangnya ada apa sayang..?”Kata nenek penasaran. Kemudian Dina menceritakan apa yang baru dialaminya. Sambil mencium tangan nenek Dina mengucapkan maaf berkali kali.
“Dina…nenek bangga kepada Dina, karena Dina mau mengakui kesalahannya…, tidak apa apa tetapi lain kali jangan diulangi lagi ya….?”Kata nenek menenangkan hati Dina
“Terima kasih ya nek, Dina berjanji tidak akan mengulangi lagi…!Kara Dina dengan wajah senang.
“Nah sebagai gantinya Dina mau membuat kue lagi Bersama nenek…?”,Kata nenek menawarkan kepada Dina.
“Tentu nek Dina mau..”,kata Dina sambil berdiri menuju dapur bersama nenek.
Dina merasa lega dan bahagia dapat berkata jujur. Dengan kejadian tadi merupakan suatu pelajaran yang berharga buat Dina yang akan selalu diingat


Minggu, 26 April 2020

Ikan Emas Yang Sombong


Disebuah rumah tinggallah seekor ikan emas peliharaan, berwarna kuning keemasan, dan sangat cantik. Ikan itu tinggal di sebuah akuarium yang indah dan terletak di bawah jendela rumah.
Dirumah itu huga tinggallah seekor anjing peliharaan yang sudah tua, yang lama tinggal lebih awal dari ikan emas itu.
Diluar rumah itu juga tinggallah seekor kucing liar yang selalu mengendap-ngendap di balik jendela rumah yang di tempati ikn emas, kucing liar itu mengincar ikan emas yang ada didalam rumah.
Pada suatu hari sang pemilik kedua binatang peliharaan itu hendak keluar, dan eperti biasa, mereka berpesan kepada anjing tua untuk menjaga ikan emas kesayangannya. Sang anjing mengerti dan sangat patuh akan pesan pemiliknya.
Setelah majikan itu pergi, kini tinggallah ikan emas dan anjing tua. Dan saat itu ikan emas mulai beraksi
“Aku beruntung sekali. Setiap hari, majikanku selalu memberiku makanan enak. Aku juga di belikan aquarium yang bagus” kata ikan emas itu saat melihat anjing tua datang menghampirinya.
“Hey, anjing jelek! Kamu jangan deket-deket aku. Nanti bulumu yang kotor dan bau itu bisa mengotori aquariumku,” ikan emas mengusir anjing saat mendekati aquarium. Tetapi anjing itu tidak mendengarkan teriakan ikan emas.
“Hey… hey… hey… kamu tidak dengar, ya!” bentak ikan emas.
“Aku disuruh menjaga kamu, jadi aku harus selalu dekat denganmu,” jawab si anjing tua dengan kesal.
Ikan emas berenang mondar-mandir. Ikan itu benar-benar tidak suka dengan kehadiran anjing, kemudian ikan emas mencari akal agar anjing tua itu pergi menjauh.
“Aku ridak perlu kamu jaga, tempat ini sudah aman…Sana cepat kamu pergi! Aku tidak tahan mencium baumu,”kata ikan emas ketus.
“Tapi aku harus menjaga kamu,” sahut anjimg dengan kesal.
“Huachi…huanchi…”Ikan emas berpura pura bersin
“Ayo cepat sana kamu pergi…kau dengar!aku sudah bersin bersin.”Kata ikan emas dengan nada ketus
Karena kesal dengan omelan ikan emas,anjing akhirnya pergi jauh dari akuarium. Ikan emas tersenyum senang saat anjing tua itu pergi meninggalkannya. Ikan emas berenag kian kemari dengan riang
Tanpa disadari oleh ikan emas, seekor kucing liar muncul dari balik jendela dekat akuarium. Kucing itu mengeong malihat ikan yang sedang asik berenang. “Meong…meong…aha…ikan emas situ tidak ada yang mejaga, ini kesempatan baik untuk memakannya,”Kata kucing sangat senang.
Kemudian kucing menjulurkan satu kakinya hendak menerkan ikan emas yang asik bernyanyi terlena dengan kesenangannya.
Saat melihat ada kucing di akuariumnya, ikan emas benar benar kaget dan berteiak meminta tolong.
“Hah…toooolong…,tooolong…anjing tuaaa…ada kucing …! Ada kucing!”ikan ema situ berusaha menghindar  saat kucing itu mulai menerkamnya . Ia terpojok di sudut akuarium. Tapi ikan ema situ berusaha melarikan diri dan muncul ke permukaan air, sambal berteriak memanggil anjing itu.
Untung saja anjing tua itu berada tidak terlalu jauh dari akuarium dan mendengar teriakan ikan emas. Ia segara berlari manuju akuarium tempat ikan emas tinggal
“Guk…guk…guk…!”anjing itu mengonggong keras ketika melihat ada kucing dekat akuarium. Melihat anjing datang. Kucing itu terkejut dan bergerak cepat keluar melompat lewat jendela
“Alamak…gagal lagi…gagal lagi… padahal ini kesempatanku untuk menikmati ikan sombong itu.”Kata kucing liar sangat kecewa
“Oh…terimakasih anjing. Tolong jangan pergi lagi,”kata ikan yang masih gemetar karena ketakutan
“Iya tidak apa apa, tapi lain kali jangan menolak kalau aku jaga ya, aku sangat tulus menjagamu, karena kau juga peliharaan majikanku”kata anjjing tua.
“Iya…iya Aku janji tidak akan menolak lagi, aku juga minta maaf karena tadi telah mengusirmu.”Sahut ikan emas dengan rasa nenyesal dan malu. Anjing mengangguk tersenyum dengar penyesalan ikan emas itu.
Nah! Itulah anak anakku sekalian, bahwa si kan akhirnya bisa menydari akan kesalahan dan kesombongannya. Dan akhirnya ia mau berteman dengan si anjing tua. Selanjutnya anjing mau memafkan kesombongan ikan emas dan selalu setia menemaninya.
Sekian terimakasih dan selamat siang anak anakku………….

Kebaikan si Boli


Seekor tikus dan Kelinci berdebat saling menunjukkan bahwa diri mereka yang paling hebat. Ternyata perdebatan mereka disaksikan oleh berudu yang bernama Boli. Setelah Tikus dan Kelinci mengetahui keberadaan berudu kecil, mereka menganggap Boli lah binatang yang lebih buruk keberadaannya. Mereka Lupa akan perdebatannya dan pergi meninggalkan berudu si Boli yang sudah menjadi bahan ejekan kedua binatang itu.
Musim penghujan tiba dan terjadi banjir, Tikus dan Kelinci kebingungan terjebak diatas pohon. Tiba-tiba datanglah penyelamat yaitu Boli yang berubah menjadi katak, tanpa pikir panjang katak mengantarkan kedua binatang itu kehulu atau kedaratan kering. Tikus dan kelincipun merasa malu akan perbuatannya terhadap Boli, mereka menyesal dan meminta maaf.

Pesan moral yang disampaikan :
*      Tidak boleh bersikap sombong
*      Senang membantu
*      Tidak boleh meremehkan orang lain
*      Mau meminta maaf
*      Dan mau memuji orang lain


Disuatu tempat, tinggallah berudu kecil bernama Boli, Boli tinggal sendiri di sebuah kolam yang sudah lama tidak terpakai oleh pemiliknya. SUatu saat terdengar suara gaduh mendekati tempat Boli tinggal, ternyata ada perdebatan antara Tikus putih dan Kelinci.
“ Pasti aku yang paling hebat ”. kata Kelinci
“ Ah tidak! Aku yang paling hebat “. Kata Tikus dengan nada keras.
“ Aku mampu berlari kencang, banyak sekali yang menyayangiku, sedangkan kamu, hanya orang-orang tertentu saja yang mau memelihara kamu”. Kelinci terus menunjukkan kelebihannya, hingga sampailah mereka dipinggir kolam dimana Boli berada.
“ Hai kawan … selamat siang … apa yang kalian ributkan …? Tanya Boli dengan ramah.
“ Hah suara siapa itu …?” Kelinci dan Tikus serentak bersuara.
“ Aku ada di dalam kola ini … kenalkan namaku Boli”. Sapa Boli
Kelinci dan Tikus melihat kearah kolam dan terkejut. “Binatang apa kamu hi…” kata Tikus.
“Mengapa tinggal dikolam kotor ini? Wah…wah…wah…kasihan sekali sangat malang kau, dan terkucil tinggal selamanya dikolam.” Kata Kelinci mengejek Boli.
“Kalau begitu kita berdua binatang hebat, karena ada binatang lain lagi yang sangat menyedihkan He…he..he..kau tidak pantas berbicara dengan kami hai binatang kecil… taka da yang dapat kamu banggakan.” Kata Tikus dan Kelinci sambil pergi meninggalkan Boli.
Beberapa hari kemudian disuatu malam Boli terkejut, karena Boli merasakan perubahan pada tubuhnya, kini tubuhnya muncul 4 kaki, yang bagian depan terdiri 2 kaki, dan belakang terdiri 2 kaki.” Hah… Aku memiliki 4 kaki seperti Tikus dan kelinci itu… Alhamdulillah… “ Boli menucap syukur yang tiada terkira. Setiap hari Boli melatih kaki-kakinya dan Hup… Ia mampu melompat hingga keluar dari dasar air dan mencoba keluar dari kolam. Kini Boli bukan berudu lagi tapi berubah menjadi seekor Katak. Kini aku bisa keluar dari air dan aku bisa melompat di daratan “kata Boli sangat senang. Karena senang Boli melompat lompat terus melatih kaki-kakinya. Hingga jauh dari kolam, dan… duk! Boli menabrak sesuatu. Ternyata kelinci yang pernah mengejeknya
“Aduh…! Siapa kamu, mencoba menabrak aku yang lagi istirahat… hmmm.. bau apa ini?” kata kelinci sambil melihat kearah Boli si katak.
“Hai kawan aku Boli yang berada di kolam itu…,maaf ya karena mengganggu tidurmu…” kata Boli
Kelinci tidak percaya akan ucapan Boliyang mampu berubah memiliki kaki kaki. “ah tapi kau tetap binatang malang, mejijikkan jorok dan bau, kau hanya mampu melompat melompat dan melompat.” Kata kelinci pergi meninggalkan Boli sendiri.
Suatu hari cuaca sangat mendung, napak musim hujan akan tiba. Dan ternyata benar hujan turun sangat deras sekali hingga beberapa hari, membuat daerah sekitar kolam penuh dengan air membanjiri daerah sekitarnya. Semua binatang yang ada di sana sangat bingung dan berusaha mencari tempat yang paling tinggi, termasuk tikus dan kelinci, Boli duduk manis di atas daun teratai
“Hai Boli…ini kami ada di atas pohon…” kata Kelinci dan tikus.
“Hai kawan…apakah kau membutuhkan bantuan? Jika kau mau aku akan mengantarkan mu ke hulu sungai itu, karena aku yakin air ini akan semakin tinggi.” Boli menawarkan diri untuk mambantu mereka.
“memangnya kau mau membawa kami dengan apa? dan apa yang dapat kamu lakukan?” kata Tikus mengeleng gelengkan kepala.
“Naiklah kau berdua di atas daun teratai ini, aku akan membatu menahan dan mangarahkan daun ini ke hulu.” Kata Boli meyakinkan.
“Memangnya kau mampu berenang?”kata Kelinci.
“Bukan hanya itu, aku mapu bernafas dan hidup di dalam air, tenaglah…”
Tanpa piker panjang Kelinci dan Tikus tidak menolak tawaran Boli, mereka bergantian untuk pergi ke hulu menaiki daun  teratai. Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, dimana masik nampak tanah lapang tanpa genangan air.
“Terima kasih Boli, ternyata engkau yang lebih hebat, kau mampu hidup di dua tempat yang tak mungkin kami mmiliki.” Kata Tikus”
“Dan yang paling hebat lagi kau sangat baik, sabar dan berhati mulia.” Kata kelinci dengan rasa menyesal dan malu
“Sama sama kawan..kita diciptakan memiliki kelebihan dan kekurangan, aku tak mampu naik ketempat tinggi seperti Tikus, dan tak mapu berlari kencang seperti Kelinci tapi aku bersukur atas semua yang aku miliki.” Kata Boli dengan tersenyum dan mereka mengucapkan syukur yang tidak terhingga.

BINTANG GEJORA


Disuatu desa tinggallah seorang ibu bernama ibu Liwon bersama anak perempuannya bernama Gejora. Mereka hanya hidup sederhana karena kemampuannya hanya bekerja mencari kayu. Tapi sangat disayangkan, dengan keadaannya yang sederhana, justru Gejora tidak prihatin dengan keadaannya.
“Ibu… apa tidak ada makanan lain? Setiap hari gejora lihat tempe… tempe lagi, bosen ah !”
“Anakku sayang… ibu hanya mampu membeli tempe, lain kali ya… kalau sudah punya uang lebih…” kata bu Liwon dengan sedih.
“Ah… ibu pasti ngomongnya begitu…terus…capek dengannya…”kata gejora sambil menyenggol makanan yang ada didepannya.
“Tidak boleh begitu nak… kita patut bersyukur, karena sampai saat ini kita masih bisa makan”
Dengan tidak sabar gejora pergi kedalam kamarnya,ia merebahkan diri sambil membayangkan ingin pergi dari rumahnya. Sesaat kemudian gejora tertidur dan ia bermimpi bertemu dengan seorang nenek yang menunjukkan tempat harta yang sangat bnyak yang berada di dalam hutan,saat asyik bermimpi tiba – tiba
“tok…tok…tok…”.suara pintu berbunyi.
“gejora…bangun…” panggil ibu
“ Kayu sudah Ibu siapkan, maukah kamu mengantarkan ke pak Jali? Karena beliau pesan kayu bakar nak! Nanti hasilnya bias kau ambil untuk uang jajanmu” kata Ibu Liwon merayu Gejora. Tapi Gejora tidak mendengarkan ibunya, ia tetap saja di dalam kamar.
“Aduh… kacau… padahal aku hamper tau dimana letak harta itu.” Kata Gejora berkhayal.
Malam berganti pagi, Gejora bangun sangat pagi sekali. Ia berniat untuk pergi dari rumh, tanpa ijin ia melangkahkan kaki keluar rumah. Di tengah jalan, Gejora bertemu dengan seorang nenek tua seperti yang ada di dalam mimpinya.
“ah… bukankah nenek itu yang dating dalam mimpiku? “Gejora sangat kaget dan ia datang mendekati nenek tua.
“Hai nek… hendak kemana?” Tanya Gejora
“Mau keseberang nak… memangnya anak mau kemana? Kok sepertinya bingung?”
“Ya nek saya ingin sekali kaya… karena sudah lama miskin, bosan…? Jadi mau mencari-cari, memangnya nenek tahu tidak, dimana tempat harta berada?” kata Gejora penuh pasti kalau nenek itu yang datag dalam mimpinya.
“He… he… he... ya nenek tahu… tapi tempatnya jauh nak… memangnya anak mau kesana?”
“Iya nek saya mau… yang penting banyak uang…” kata Gejora penuh harap.
Akhirnya nenek itu menunjukkan tempat harta itu berada jauh ditengah hutan.
”Tapi ada syaratnya nak… kamu hanya boleh mengambil harta itu sebanyak setengah kantung ini.” Kata nenek sambil memberikan kantung putih.
“Oh tenang saja aku pasti akan menepati janjiku.” Tanpa pikir panjang Gejora langsung berangkat kearah hutan itu.
Gejora tiba ditengah hutan, banyak sekali suara binatang buas menyeramkan, membuat bulu kuduk gejora berdiri, hi… seram… Gejora berhenti sejenak memandangi sekitar hutan itu. “Oh kemana sekarang ya… kok tidak ada tanda-tanda harta itu.” Tiba-tiba Gejora dikejutkan oleh seekor singa yang sangat besar. “Haummmm… siapakah engkau nak?” Harimau itu bersuara.
“Hah… kau bias berbicara?” Gejora benar-benar kaget, tapi heban Gejora tidak takut. Ia mendekati singa itu. “Hai singa… Pasti kau tahu dimana tempat harta itu? Karena kau mampu berbicara, pasti engkau ya yang menjaga harta itu?” kata Gejora yakin.
“Oh… jadi kau dating ke hutan ini untuk mencari harta? Ya aku tahu karena aku yang menjaganya.”
“Kalau begitu cepat antar aku, aku sudah tidak sabar lagi.”
“Huahahaha…hauumm… bias saja, tapi apakah kau bertemu dengan seorang nenek tua yang memberikan kantung putih?” Tanya singa itu.
“Iya… ini kantungnya, memangnya kenapa?” Tanya Gejora pura-pura tidak tahu.
“Kau akan ku antar, tetapi hanya boleh membawa harta itu setengah kantung saja. Jika kau melanggar, kau akan merasakan akibatnya.”singa itu menjelaskan.
Kemudian singa membawa gejora ke gua tempat harta berada harta itu. Tak jauh mereka sampai depan gua. Setelah mengingatkan kembali syarat untuk Gejora, lalu singa itu pergi meninggalkan Gejora. Bagaimana dengan Gejora? Dia langsung masuk kedalam gua dan…” Wah… berlian, emas…, koin emas, intan..Wah aku kaya…” teriak Gejora sambil memasukkan harta itu kedalam kantung. Setelah asyik memasukkan, kemudian ia ingat kalau kantungnya hampir penuh . “Oh iya… pesan singa dan nenek itu aku harus membawa setengah kantung ini, e... tapi gak papa ah yang penting kan harta ini gak habis, mereka tidak akan tau, harta ini kan banyak.
setelah itu gejora keluar dari gua dan langsung pergi hendak pulang kerumah. Tapi di tengah jalan Gejora bertemu dengan nenek tua.
“ Hai Gejora..apakah kau sudah menemukan harta itu?tanya nenek itu.
“ Ya nek aku sudah mendapatkannya dan akan membawa harta ini,” dengan tersenyum senang Gejora hendak pergi.
“ Stop..! tapi sepertinya kau tidak menepati janjimu. Kantung itu mengapa penuh?”
“ Aah tidak apa-apa kan nek, yang penting aku tidak membawanya semua, di sana masih banyak, tidak akan habis.” Kata Gejora.
“ Kau rakus.. kau memang tidak pernah bersyukur! Baiklah kini kau rasakan akibatnya, hiduplah kau dengan intan berlianmu itu dilangit!” Nenek itu menyumpahi Gejora, dan sesaat kemudian angin kencang, langit bersinar dan ..cuing… Gejora hilang, hilang tanpa bekas.
Di tempat lain, ibu Gejora menangis mencari Gejora yang telah pergi menghilang. Ibu Liwon terus mencari  dan suatu hari bertemu dengan nenek tua.
“ Ibu Liwon…siapa yang anda cari?” Tanya nenek tua.
“ Mengapa kau tau namaku? Aku mencari anakku Gejora”kata ibu Liwon.
“ Kau tidak peru mencari Gejora, karena dia sudah berada ditempat jauuh sekali”
“ Apa maksud nenek? Gejora mati?” Tanya ibu Liwon kaget.
“ Tidak! Karena kerakusannya ia berada di langit, dan jika kau ingin melihatnya, keluarlah di malam hari dan tatap bintang di langit, itulang bintang gejora yang paling terang bersama intan berliannya.”
Ibu Liwon sangat sedih dan menyesal akan perbuata anak tercintanya yaitu Gejora. Akhirnya setiap malam ibu Liwon hanya bisa menatap kelangit melihat bintang Gejora. Gejora pun merasa menyesal dengan perbuatannya, ia hanya bisa menangis di malam hari dengan mengeluarkan titik embun. Tapi nasi sudah menjadi bubur Gejora tidak bisa kembali ke pelukan ibunya.

KUE BOLU UNTUK NENEK

Sinopsis Dongeng Judul : “Kue Bolu Untuk Nenek” Karya : Ludfi Dian Wahyuni G. Seorang anak bernama Dina hendak berkunjung rumah ...